
WEDANG ronde merupakan salah satu jajanan unik yang ada di Indonesia. Selain rasanya yang nikmat dan kaya manfaat, santapan tradisional yang umumnya disajikan di Pulau Jawa ini memiliki sejarah panjang dalam perkembangannya.
Diketahui, wedang ronde merupakan salah satu tradisional Tiongkok dengan nama asli tangyuan. Makanan ini masuk ke Nusantara jauh sebelum Belanda datang.

Pada awal ketenarannya, makanan dengan khas kuah air jahe ini dinamai dengan ‘Wedang Guyub’. Wedang merupakan bahasa Jawa yang artinya air hangat, sedangkan guyub artinya keakraban.
“Bentuk bulat yang ada pada makanan ini dianggap sebagai simbol keakraban,” kata Chef Wira Hardiya dalam diskusi kuliner dengan tema Jepang-Indonesia Local Dessert, Culture Inside an Edible Art, seperti dilansir Antara.
Seiring berjalannya waktu, setelah Belanda masuk ke Indonesia nama wedang guyub bergeser menjadi wedang ronde. “Ronde itu sendiri berasal dari bahasa Belanda yang artinya bulat,” katanya.

Dalam penyajiannya, wedang ronde memiliki isi bulat yang berwarna-warni. Ada warna hijau, merah, dan putih. Warna tersebut memiliki filosofi yang tak kalah uniknya dari sejarah wedang ronde itu sendiri.
“Warna merah adalah lambang dari keberanian, hijau merupakan karunia, dan warna putih artinya hati nan bersih. Sedangkan air jahe lambang dari kehangatan dan rasa manis yang dikandung adalah simbol dari keberkahan,” kata Wira.
Dalam penyajiannya, wedang ronde memiliki 3 jenis hidangan. Pertama, ronde tanpa isi yang hanya tediri dari air jahe manis dan ronde itu sendiri. Kedua, ronde dengan sajian manis dengan kuah yang tawar ditambah isian ketan. Ketiga, ronde dengan isian ubi dan kuah gula aren atau jahe.
Minuman khas dari Jawa Tengah ini di dalamnya mengandung bola-bola berbahan dasar tepung ketan. Bola-bola tersebut berisi kacang tanah bubuk. Inilah yang dinamakan ronde atau di Cina bernama tangyuan. Kalau di Cina, minuman ini biasa dinikmati bersama keluarga karena ronde yang berbentuk bulat melambangkan kebersamaan keluarga.
Selain itu juga sering dihidangkan pada saat festival lampion. Apakah Anda tertarik untuk membuat sendiri wedang ronde ini? Segera simak cara pembuatannya.
Wedang Ronde biasanya disajikan dalam mangkuk kecil berukuran kurang lebih 250-500 ml. Wedang Ronde sangat cocok di konsumsi saat cuaca dingin atau musim penghujan. Dengan mengkonsumsi Wedang Ronde, sekujur badan, terutama tenggorokan, dada dan perut terasa sangat hangat. Selain itu, wedang ronde juga sangat begus untuk kesehatan dan meningkatkan stamina.
Wedang Ronde sangat mudah di temui di kota Semarang. Anda dapat dengan mudah menemukan minuman tradisional ini di sekitar Simpang Lima, Tugu Muda, Jl Pahlawan, dan warung-warung yang menyediakan minumantradisioanal dengan harga yang sangat murah, sekitar Rp.2500 – Rp 5.000,-. Salah satu warung yang terkenal dengan Wedang Ronde-nya adalah Istana Wedang, yang berlokasi di Jl Pemuda no 121. Selain Wedang Ronde, di warung ini juga menyediakan banyak minumantradisional lain seperti Wedang Jahe, Wedang Tape, dll.
Cara Membuat Wedang Ronde
- Bahan ronde: 150 gram tepung ketan putih, 1/4 sendok teh garam, 135 ml air hangat, 2 tetes pewarna hijau tua, 2 tetes pewarna merah cabai.
- Bahan isi: 50 gram kacang tanah kupas yang disangrai, 25 gram gula pasir, 1/8 sendok teh garam.
- Sirop jahe: 2.000 ml air, 400 gram gula pasir, 400 gram jahe yang dibakar dan dimemarkan, 1 sendok teh garam, 4 lembar daun pandan, 6 batang serai yang dimemarkan.
- Bahan pelengkap: 200 gram kolang-kaling yang direbus, 3 buah roti tawar tanpa kulit yang dipotong kotak, 25 gram sagu mutiara merah, 1 kaleng (200 gram) kelengkeng yang ditiriskan airnya.
- Untuk membuat isiannya, blender kacang tanah yang sudah disangrai hangat, gula pasir, dan garam. Bentuk menjadi bulatan kecil-kecil dan sisihkan.
- Untuk rondenya, campur tepung ketan dan garam lalu aduk rata. Tambahkan air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni sampai kalis. Bagi adonan menjadi tiga bagian; satu bagian berwarna merah yang diberi pewarna merah, satu bagian berwarna hijau yang diberi pewarna hijau, dan satu bagian berwarna putih tanpa pewarna. Aduk rata masing-masing adonan. Ambil sedikit bahan ronde dan pipihkan. Beri isi kacang tanah yang telah dibulatkan. Bentuk menjadi bulat. Lakukan sampai adonan habis. Masukkan bola-bola ketan ke dalam air mendidih. Rebus hingga mengapung, angkat, dan tiriskan.
- Untuk sirop jahenya, rebus air bersama gula pasir, jahe,daun pandan, dan serai dengan api kecil sampai mendidih dan harum.
- Tata ronde bersama bahan pelengkap dan tambahkan sirop jahe hangat. Wedang ronde siap dinikmati.
