Ayam Geprek Djontor

Ayam Geprek adalah sajian makanan ayam goreng tepung dengan cara digeprek/ditumbuk dengan ulekan bersamaan dengan sambalnya hingga daging menjadi rata. Makanan khas kota Yogyakarta ini memang sudah dikenal oleh banyak masyarakat. Berbahan dasar ayam yang dilumuri tepung membuatnya menjadi ”crunchy” serta nikmat. Nyam!

Bagi yang yang ingin memanjakan lidah dengan olahan berbahankan daging ayam sepertinya bisa mencoba resep ayam geprek pedas. Seperti biasa, makanan dengan rasa pedas pasti bisa menambah selera makan, begitu juga ayam geprek pedas yang satu ini

Jadi ayam geprek ini merupakan variasi resep dengan bahan dasar daging ayam segar yang nantinya akan di goreng dengan bumbu ayam geprek spesial dan kemudian dagingnya akan di memarkan atau di geprek. Untuk penyajiannya sendiri biasanya di temani dengan sambal bawang penas dengan beberapa tingkat kepedasan sesuai selera

Sebenarnya makanan ini hampir mirip dengan ayam penyet atau ayam sambal korek. Hanya saja dengan kondisi daging ayam yang di memarkan atau di geprek ini memiliki perpaduan rasa lezat dan gurih dari ayam serta pedasnya sambal bawang.

Ayam geprek juga disajikan diatas cobek … ummmm nyamm nyummm!

Jadi entah mengapa daging ayam yang di bumbui dan di goreng garing ini bisa sangat lezat dan terasa istimewa jika di padukan dengan sambal bawang yang super pedas. Soal rasa memang tidak bisa di ragukan lagi.

Martabak Telur

Martabak telur merupakan panganan dengan rasa gurih. Sayur, daging, dan berbagai bumbu lainnya digabung menjadi satu dalam sebuah kulit adonan padat yang ditipiskan secukupnya, kemudian dilipat, kemudian digoreng hingga matang. Panganan ini cukup digemari di Indonesia dan banyak dijual mulai dari tempat makan hingga di gerobak pinggir jalan.

Kisah penciptaan martabak telur konon berasal dari persahabatan seorang pemuda dari Semarang, Jawa Tengah, yang berdagang dan bertemu dengan teman baru dari India pada 1930. Teman yang berasal dari India tersebut sangat pintar memasak, salah satunya adalah martabak telur.

Panganan tersebut dimasak dari terigu. Hingga kemudian mereka membuat sebuah martabak telur versi Indonesia. Tentu saja isinya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia pula –terutama Jawa.

Karena itulah, martabak telur banyak berisi sayur-sayuran selain diisi daging.

Diperkenalkan ke kota lain

Setelah keduanya merasa panganan itu cukup baik untuk diperkenalkan kepada orang lain, martabak telur kemudian dihidangkan di acara-acara tertentu berbagai kota. Misalnya pasar malam atau acara rakyat lainnya.

Kota yang mereka datangi pun beragam, mulai dari Yogyakarta, hingga daerah-daerah lain yang tak jauh dari Semarang.

Sudah terkenal hingga ke luar negeri

Di Indonesia, harga martabak telur beragam. Dari Rp 25.000,- hingga Rp 40.000,- atau bahkan lebih tergantung berapa jumlah telur yang digunakan.

Kini, martabak telur termasuk salah satu jenis makanan Indonesia yang cukup digemari di negara lain. Setara dengan rendang, martabak telur termasuk makanan yang cukup populer di luar Indonesia. Keren sekali, ya!


Tahu Walik Petis Ikan

Tahu Walik

Tahu walik jadi camilan yg wajib dibeli waktu kamu berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur. Mendapatkannya lumayan mudah, mampu membayar di warung-warung mungil di tepi jalan sampai di kafe apalagi dapat kembali memesan camilan jarang ini lewat aplikasi pemesanan makanan dengan cara online. Cara membuat tahu walik ini memang begitu lumayan gampang. Tahu putih digoreng, sesudah separuh matang diangkat dulu disayat bagian tengahnya dan bagian dalam tahu yg basah dibalik dan diisi dgn adonan selanjutnya digoreng sampai renyah. Adonan isi tahu walik yaitu daging ayam dan daging sapi atau sintesis keduanya yg dihaluskan dan dicampur dgn tepung yang diberi bumbu seperti adonan bakso.

Adonan isi dari tahu walik, komposisi daging lebih banyak sehingga lebih terasa gurih. Cara agar bagian luar tahu walik lebih kriuk ialah tahu yg telah dibalik dan diisi adonan harus digoreng dgn minyak yg amat panas. Jangan sampai lupa bagian dalam tahu yg basah sebelum dibalik harus dikeluarkan biar lebih kriuk. harus benar-benar garing bila tak nanti adonannya nggak matang.
Cara membuat tahu walik khas Banyuwangi ini, Tahu yg telah digoreng, disayat lalu dibalik kemudian di isi bersama adonan setelah itu digoreng di minyak yg panas.

Nah yg menarik bermula tahu walik ini yaitu cocolannya yg memakai petis ikan yg berwarna coklat. Cara membuatnya pun sangat sederhana yakni cabai rawit dihaluskan di atas cobek lalu dicampurkan dengan petis ikan yang bentuknya seperti pasta.

Tambahkan sedikit air hangat supaya petisnya tak terlalu pekat. “Pedasnya pun dapat disesuikan. apabila kurang pedas lagi ditambahkan cabainya. Kriuknya tahu walik dan adonannya yg kenyal pas sekali dinikmati dengan petis ikan yang pedas lebih-lebih dinikmatinya disaat musim hujan.